Saturday, January 11, 2014

Mungkin Memang Harus Merasakan Hal Seperti Ini

                        Pagi itu hujan mengguyur kota dingin dengan ketinggian + 400 meter diatas permukaan laut. Hujan yang memang sehari-hari menghiasi kota yang selalu tak pernah berhenti berkelap-kelip di malam hari dengan berbagai aksesori taman yang indah. Mungkin juga karena tak lama kota ini berada dalam pimpinan seorang yang memang lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Dibawah pimpinannya, dia bangun kota yang dulu terkenal dengan "Kota Ruko" ini menjadi kota yang lebih hijau. Nggak kalah saat malam pun, warna-warni pernak-pernik taman menghiasi kota ini. Menjadi begitu indah, sehingga tak pernah bosan untuk tetap berada disini.
                         Beranjak ke pagi di kota ini yang sedang terhiasi rintik gerimis dan mendung awan yang cukup abu-abu. Warna-warni perlengkapan berlindung diri dikenakan dan dibawa oleh setiap individu. Kami warga kota tetap memulai semua seperti biasanya. Seperti saat matahari menyapa dan lautan biru di angkasa yang cerah. Hari itu, banyak sekali memang acara-acara yang diselenggarakan oleh penduduk kota. Memang tak ada kota yang sepi, yang hanya memeluk diam kesepian sendiri. Selalu ada saja acara yang dilakukan. Hari itu, aku melihat dimana satu kejadian yang aku sendiri sulit mengungkapkan. Bisa saja kejadian itu sudah direkayasa sebelumnya oleh para tokoh-isme pelaku dalam kejadian itu. Bisa saja mungkin, tokoh-isme tersebut harus merasakan hal seperti ini. Seperti ini? aku tak tau banyak bagaimana bisa terjadi, namun aku seperti angin yang terus mengikuti kemana arah membawaku.
                          Hari itu dipagi yang kelabu, saat aku tetap mengikuti kemana arah membawaku, kulihat dua orang. Layaknya seorang anak kecil yang amat sangat ingin tahu bagaimana dan apa saja yang mereka telah saksikan. Bagaimana bisa terjadi dan mengapa terjadi. Selalu masa kecil adalah masa dimana semua ingin dketahui asal usulnya. Pasti. Itu hakikat dan garis alam dari Yang Maha Kuasa yang tak bisa ditolak. Ya, rasanya aku seperti anak kecil. Aku melihat dua orang yang tampaknya memang sudah akrab. Kulihat dari rona muka dan tatapan mereka, mereka layaknya dua orang yang amat sangat akrab sekali. Dilihat dari dua masa, pertama masa lalu, masa lalu mereka sepertinya amat sangat berliku-liku namun mereka tetap bisa melewatinya bersama. Bersama memang, meski sepertinya keadaan yang membuat mereka harus sendiri-sendiri. Mandiri ditengah kebersamaan. Namun pagi itu, rona muka mereka terlihat menyembunyikan kepanikan masing-masing. Sampai saja kalau aku bisa mendengar detak jantung mereka yang sama-sama berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukan karena mereka malu satu sama lain, namun pagi itu terasa menjadi pagi yang penuh kepanikan. Mungkin mereka "tokoh-isme" ini harus merasakan pagi yang kelabu dengan kondisi panik kelabu juga sepertinya. Mungkin memang harus merasakan hal ini. Ditengah kepanikan, tokoh yang berperan sebagai laki-laki gentle ini menyapa tokoh-isme perempuan yang sangat terlihat panik namun disembunyikan dengan senyuman. Senyum yang benar-benar dari hati, meski terlihat muka laki-laki ini panik. Aku berfikir, mungkin mereka sedang terlambat dalam melakukan jobdisk masing-masing. Biasanya, dua orang ini terlihat saling bertegur sapa, bercanda, dan berkata tawa lebih banyak sebelum roda dua mengantar mereka ke suatu tempat. Entah mungkin tempat yang biasanya pasti lebih indah dari tempat yang harus mereka temui pagi itu.
                            Tetapi di pagi itu, tak ada sapaan yang lebih dari senyum, tak ada gurauan khas, tak ada canda seperti biasanya. Hanya sama-sama tersenyum dan samar-samar aku dengar laki-laki itu menanyakan "Ini sudah jam berapa ya?". Si perempuan pun lebih samar-samar lagi kudengar menjawab pukul yang tertera pada jam tangan hitam ditangannya. Lalu roda dua itu membawa mereka ke tempat tujuan mereka. Tetap kuikuti mereka, aku ingin tahu kejadian dan perasaan mereka masing-masing pagi itu. Menurutku mereka sepertinya sangat unik. Susah untuk dijelaskan bagaimana mereka, namun susah untuk dimengerti juga bagaimana mereka berdua dapat sedekat seperti saat sekarang. Ditengah arungan mengikuti mereka, aku berhembus dan menggumam ditengah perasaanku sendiri. Dua orang ini, mungkin memang sama-sama saling percaya, ada kepercayaan di masing-masing diri mereka. Mungkin itu yang membuat mereka sampai sekarang terlihat akrab. Tanpa aku tahu bahwa ternyata tak ada status yang jelas yang menuliskan mereka berdua ini memiliki ikatan apa. Namun, aku hanya tetap menggumam dalam batinku sendiri, mereka berdua ini sebenarnya cocok, tapi mungkin ada yang mereka simpan sendiri satu sama lain tak ada yang mengetahui. Itu mungkin yang membuat mereka tak memiliki status sampai sekarang. Mungkin mereka tidak menganggap status penting sekarang, karena mereka terlihat sama-sama bahagia saat bersama. Mungkin mereka berfikir, seperti ini saja sudah bahagia, sudah dapat merasakan apa yang memang orang-orang dengan status jelas merasakan. Wah, aku menggumam terlalu dalam sepertinya. Kudengar sayup-sayup suara mereka ditengah kepanikan masing-masing, mereka terlihat sedang berbincang-bincang hal yang aku tak tahu pasti. Namun karena panik percakapan itu terhenti seketika. Aku tetap memandangi mereka dengan mata batinku, karena aku ingin membaca mereka bukan hanya sekedar melihat mereka.
                                Laki-laki itu sebelumnya terlihat dan lebih terlihat lagi kalau memang ia memiliki rasa yang tak hanya sekedar kasihan, namun ia tulus dari hati ia melakukan semua hal-hal yang telah mereka lalui bersama. Sedikit ia sadari rasa sayang terhadap si perempuan itu, namun sebenarnya jauh dari itu ia memang sudah dan selalu menyayangi si perempuan tokoh-isme ini sejak mereka dekat entah waktu kapan saat itu. Yang kurasa perasaan laki-laki ini seperti itu, namun ia belum menyadari sepenuhnya bahwa yang telah ia lakukan terhadap si perempuan itu karena ia memang menyayanginya, tak hanya sekedar kasihan. Terlihat, disetiap permintaan si perempuan selalu ia turuti tanpa banyak bercakap. Namun yang ia tahu, yang laki-laki ini tahu ia hanya merasa kasihan dan ia mungkin memang memberikan sedikit sayangnya pada si perempuan ini. Tapi jauh dari itu, ia belum sadar bahwa sebenarnya ia memang benar-benar menyayangi si tokoh-isme perempuan ini. Terlihat juga, sering laki-laki ini menunjukkan perasaannya yang sebenarnya pada perempuan ini, meski ia melakukannya tanpa ia sadari kalau ia memiliki rasa sayang pada si perempuan ini. Yah, rumit memang ada satu ungkapan yang sepertinya aku dan perempuan ini tak tahu. Ia memendam ungkapan ini dalam dan tertutup sekali. Aku terasa susah juga saat ingin mendengar ungkapan ini.
                                 Sekali lagi, lebih rumit memahami si perempuan ini. Ia terlihat menunggu datangnya keajaiban perasaan yang cepat terungkap dari laki-laki. Ia menunggu. Setia menunggu setengah windu ini. Jika mau, mungkin dengan laki-laki lain sekarang ia sudah memiliki ikatan. Saat aku membaca perasaan perempuan ini Rhytym of Happiness-nya hanya ia yang dapat merasakan. Kadangkala ia menunjukkan kalau ia sangat membutuhkan si laki-laki itu. Namun kadang ia tak mengatakan bahwa ia membutuhkan dan kadang juga sepertinya ia seperti tak peduli dengan laki-laki itu. Sekali lagi sama-sama jauh di dalam relung hatinya, hati perempuan ini tak pernah untuk orang lain selain laki-laki itu. Tetap sama dan tetap untuk laki-laki itu. Walau kadang ia sering mengungkapkan kehadiran orang yang baru sangat menghibur hatinya karna dapat mengambil hatinya. Tidak, yang sebenarnya terjadi, hati perempuan ini juga tetap untuk laki-laki itu. Pagi itu, ia berfikir, ia merasa apa mungkin ia(tokoh-isme laki-laki) mau menuruti permintaan tolongnya. Atau mungkin akan meninggalkannya sendiri. Tidak lagi,  perempuan itu merasa "mengapa ia bisa seperti ini padaku?". Ya, aku merasa degup jantung perempuan ini berkata demikian. Ia hanya sedang bingung sepertinya sekarang. Ia tak tahu bagaimana jelasnya perasaan si laki-laki itu kepadanya. Yang ia tahu kadang laki-laki itu amat peduli padanya, kadang biasa saja. Tapi tak pernah amat tak peduli. Perempuan ini bingung dengan seseorang yang memiliki hatinya tersebut. Ia takut rasa sayang yang diam-diam ia rasakan dari rasa sayang yang sudah diberikan laki-laki itu padanya akan hilang dan sirna dalam waktu lama. Pernah mungkin sepertinya ia merasakan kehilangan itu. Namun disaat-saat yang masih belum berarti bagi mereka berdua.
                                  Aku menghentikan cara membaca itu tatkala mereka berdua saling bilang "Thankyou so much" dan terjawab dengan "Iya, bye bye" dengan closing senyuman yang masih terhiasi kepanikan. Aku tak tahu kehidupan kedepan bagaimana dengan tokoh-isme ini. Yang aku tahu mereka akan tetap memiliki rasa saling percaya, namun aku tak tahu lanjutnya bagaimana. Pagi itu memberikanku banyak pelajaran. Kisah dua orang pemuda-pemudi yang tampak sedikit rumit namun ya itu adanya. Menghadapi problematika masing-masing yang kadang indah dan kadang memang benar-benar menjadi problem. Kehidupan memang tak selalu dapat indah dan menarik untuk diungkapkan. Kehidupan kadang membuat kita belajar bagaimana cara merasakan hal-hal yang tak indah menjadi tetap indah. Kehidupan tak pernah dapat disengajakan, namun mengharuskan kita merasakan hal-hal seperti kisah dua orang diatas kadang. Kadang juga lebih rumit dari itu, dan kadang dapat lebih singkat namun lebih indah. Kehidupan tak ada yang tau, dan kita hanya dapat merencakannya. Tentunya merencanakan keindahan kehidupan, tapi takdir dan keadaan yang terjadi tak bisa kita pungkiri. Tapi dari itu semua, kita masih dapat mengubah keadaan dengan keyakinan, konsistensi, kepercayaan, dan satu hal yaitu doa. Kita dapat mengubah yang tak indah menjadi indah, yang rumit menjadi jelas, yang aneh menjadi menarik untuk diceritakan. Dua orang itu hanyalah tokoh-isme fana yang dapat menjadi contoh. Ditengah kerancuan perasaan mereka masing-masing, mereka tetap dapat membuat keindahan untuk mereka sendiri. Ditengah ketidakjelasan anggapan laki-laki itu pada perempuan itu, mereka masih bisa tersenyum untuk satu sama lain. Masih memiliki empati satu sama lain. Masih memiliki perasaan yang tak kunjung mereka sadari sepertinya. Perasaan yang mungkin akan menyatukan mereka kelak. Pelajarannya, mereka tak tahu rencana Tuhan esok, mereka hanya dapat merasakan takdir Tuhan sekarang. Sama seperti apa yang sering kita rasakan. Resapi.

Thursday, January 09, 2014

I Think It`s Our Song




I'm the one that's always been here
Even thru the darkest nights 
And brave the tide for you 
And me 

All I ever needed was you
You never have the worry at all
What happen to us
What happen to love

Every step seems just a lil better
Lil mistakes don't really seem to matter
I want that going ok.
As long as I got you and you got me

I've been saying to myself be stronger
Like work it out; its gonna take a lil bit longer 
As long as I got you, you got me, you say 
Things will get better

A mirrors now would've been so clear
Every shadow like a broken glass
Can we mend the past with me 
And you

Maybe I should face the truth 
I need you to be what I know you can be
Don't give up on us 
Don't give up on loooveeeee

Every step seems just a lil better
Lil mistakes don't really seem to matter 
I want that going ok
As long as I got you, and you got me

I've been saying to myself be stronger
Like work it out; its gonna take a lil bit longer
As long as I got you, you tell me you say
Things will get better

Ohh yeaa yeaa 
Hmm yeaahh
Uhmmm mmm

Things will get better

Just The Words You Have to Say.......

Words by Skylar Grey




Intro: Em G D A 
Play with Guitar


Verse One:

Em
Always in a rush

G
Never stay on the phone long enough

D                           A
Why am I so self-important?

Em
Said I'd see you soon

G
But that was, oh, maybe a year ago

D                               A
Didn't know time was of the essence

Em
So many questions

G
But I'm talking to myself

D                              A
I know that you can't hear me anymore


Not anymore

Em
So much to tell you

G
And most of all goodbye

D                                 A
But I know that you can't hear me anymore


Chorus:

        Em 
It's so loud, 

   G
Inside my head

        D
With words that I,

            A       
Should have said.

      Em
As I drown,

    G
In my regrets,

      D
I can't take back,

    A             Em   
the words I never said

G
I never said

     D
I can't take back,

    A              Em
The words I never said


Verse Two:

Em
Always talking shit

G
Took your advice and did the opposite

D                          A
Just being young and stupid

Em
I haven't been all that you could've hoped for

G
But if you'd held on a little longer

D                                      A
You'd have had more reasons to be proud


Em
So many questions

G
But I'm talking to myself

D                              A
I know that you can't hear me anymore


Not anymore

Em
So much to tell you

G
And most of all goodbye

D                                  A
But I know that you can't hear me anymore

Chorus:

       Em   
It's so loud, 

   G
Inside my head

        D
With words that I,

            A       
Should have said

      Em
As I drown,

    G
In my regrets

      D
I can't take back,

   A               Em
The words I never said

         G
I never said,

     D
I can't take back,

     A             
The words...


Bridge:

             Em
The longer I stand here

               G
The louder the silence

                   D                                 A
I know that you're gone but sometimes I swear that I hear

                    Em
Your voice when the wind blows

                 G
So I talk to the shadows

                    D                            A
Hoping you might be listening 'cos I want you to know


Chorus:

        Em 
It's so loud, 

   G
Inside my head

        D
With words that I,

            A       
Should have said.

      Em
As I drown,

    G
In my regrets,

      D
I can't take back,

    A             Em   
The words I never said

G
I never said

     D
I can't take back,

    A              Em
The words I never said

G
I never said

     D
I can't take back,

    A              Em
The words I never said


Em G D A

Em G D A 

Em

Thursday, January 02, 2014

the sweeties new year

                       Buat judulnya, nggak usah ditanya kenapa nulis judul kayak gitu, kan ini udah 2014 ya kan? H+1 tahun baru. Seperti biasa awan dan cuaca kembali mendung kayak sebelum2nya. Cuma 4,5 hari aja terang benderang. Sampek gak kerasa kalo lagi nge-camp. Oke telaah dulu, maksudnya nge-camp itu, emang tiap akhir tahun selama di Sekolah Abu-abu ini gue selalu ikut ngecamp acara paski. Mulai dari peserta-panitia-pengawas. Nah, meski tahun 2013 gue berposisi sebagai pengawas, at least setiap hari isinya nganggur2 mulu. Tugas kalo waktunya ada pressing sama cooling down aja. Tapi menikmati sekali laah 4 hari 3 malamnya di tengah hutan bersama adek-adek dan kakak-kakak tersayang ;) ;*. Big Love for PASKASTETSA!. Tanpa kalian aku gak bisa jadi apa-apa sekarang.
                        Dan entah kenapa tahun baru yang sekarang dan malam tahun barunya beda dari yang sebelum-sebelumnya. Biasanya nggak semua keluarga bisa kumpul, kali ini bisa kumpul semua dan parahnya gila-gilaan juga sih. Eh ya umur gue sama kakak-kakak gue udah gak lagi muda, cuma gue aja yang 18th yo, lainnya lha malah makin dan lebih tua kan. But we`re like a childshood -_-. Tapi ya emang itu yang bikin happy syalalaaaa ~.
                        Dan yaa, tengah hari esoknya melakukan kebiasaan rutin bersama teman-teman kece saat liburan. Dan waktu yang ini lamaaaa banget rasanya. Jarang-jarang kita pergi seharian penuh. hehe. Cuma 1 penghambatnya, selalu aja lambung ini gak bisa diajak konfirmasi. Buat rasa sakit tiba-tiba. Terus rasanya kayak mau *tiiit*.(something will out of my mouth). Tapi untung gak sampek kejadian. Soalnya makin malem makin sembuh. Sembuhnya ya karna mereka-mereka yang kece ini. Sampek lupa rasanya perih. Dan makin sembuh waktu berkeliling menikmati malamnya Kota Malang. With who? haha I don`t care. Just remember inside my soul *piiiip*. 
                         Emang apa yang selama ini dibilang banyak sumber. Kalo lagi sama sesuatu yang kita sukai itu semua rasa capek, kesel, marah dan apapun itu yang jadi moodbreaker bakalan ilang. Kalo di inget-inget deg-deg annya masih kerasa. Jujur deh, gaktau rasanya bedaa banget tahun baru kali ini. Dan perasaan di akhir tahun ini yang emang beda dari akhir-akhir di tahun-tahun yang lalu. Yang dibilang kalo cinta nggak perlu diuji, nyatanya emang bener banget. Dan jangan pernah sekali-sekali kalian guys, menguji cinta pasangan kita masing-masing. Hal terbodoh yang emang bener-bener bodoh kalo sampek kalian lakuin. STOP, shut up!. Yang jelas, terimakasih ya Allah, sudah diberi malam yang paling manis selama ini kemarin. Sudah diperbolehkan merasakan malam kemarin. Allah allways know what we want. Thanks to Allah. ;)
                         Memang kita bukan siapa-siapa. Nothing relation of us, except just like a friendship. Tapi maaf kalo rasanya kayak ada apa-apa. Jujur lagi, tahun depan juga pengen kalo bisa kayak malam kemarin. Tapi nggaktau bisa apa nggak. Berharap aja bisa. Meski waktu dan tempatnya nggak sama. Still dreamin` like in a dreamworld. I love lastnight and still remember. Happy New Year everyone! :)

Saturday, December 21, 2013

the absurd`s satnite

                        Ini malem minggu, harusnya sih single ataupun nggak lagi pada have fun sama pacar, temen, keluarga atau sama siapapun, dimanapun, dan dengan perantara apapun. Tapi menurutku sekarang absurd banget. Emosiku naik turun kayak orang abis debat. Padahal nggak abis debat. Dan rasanya berkecamuk banget antara seneng, sebel, bingung. Rasanya lagi pengen sendiri teruuus. Tapi itu gak mungkin kan. Aku nggak hidup sendiri. Cuma pengen ditemenin satu orang aja sekarang. Sekarang cuma pengen sama satu orang aja. Cuma sekarang, di malming yang absurd ini aja.
                        Makasih banget buat orang yang selama ini aku anggep "kakak" yang udah menghiasi hari-hariku. Kamu salah satu penyemangatku. Sesumpek apapun aku, kalo ada kakak ya jadi nggak sumpek. Nggak tau deh kenapa. Tapi malem ini, walaupun ada kakak, kok aku masih sumpek ya...?
Aku bingung, tapi yang aku bingungin campur aduk. Antara pilihan masa depan dan bagaimana aku menjalani hari esok sepertinya yang membuatku makin menganggap hari ini absurd. Daritadi aja yang kita omongin juga nggak jelas kan kak. Ya, itu karena aku bingung. Di sela-sela ke absurd.anku, aku mau bilang makasih banyak buat ibu, ibu selalu nyempatin perhatian buat aku disela-sela kesibukannya. Tapi maaf buuk, aku lagi pengen sendirian. Lagi pengen sendirian. Nggak mau diganggu. Nggak tau kenapa juga bisa ngerasa kayak gini. Dan emang cuma kakak aja yang bisa nge-ganggu ke absurd anku sekarang. Aku juga bingung sama tingkahmu yang akhir-akhir ini bisa dibilang lebih perhatian dibanding biasanya. Dan aku masih gak tau aja gimana dan kenapa kamu bisa berubah secepat ini. Dan masalah 1 lagi, aku cuma bingung enaknya ikut snmptn apa nggak? Toh aku masih tetep pengennya masuk poltekkes. Aku cuma kasian sama adek kelasku aja kalo sampek aku gak accept ptn yang udah nerima aku lewat snmptn, nanti almamater sma.ku bakal kena blacklist. Tapi aku bingung juga mesti nentuin yang mana. Dan aku berharap sama kamu penyemangatku, punya jawaban jelas kalo aku lagi absurd kayak gini. Satu hal lagi, aku cuma bisa berhenti absurd, disaat lambungku mulai perih. How pity me?!?!?! -_-

Saturday, November 23, 2013

be the first? the last? or be the first for the last? or no ones?

Semua orang nggak tau, gimana cara dia dapet solusi untuk masalahnya kalau dia sendiri gak bisa jujur sama dirinya sendiri...
Seolah-olah kamu tau segalanya, all about him, but you don`t know the best answer about you think..
Dan saat kamu kembali kepada kenyataan, kamu sedikit nggak bisa terima kalau dia udah ada di posisi orang lain, lagi, lagi, dan lagi...
memang sih belum dimiliki, tapi kalau kamu nggak bertindak, akhirnya dia jadi milik orang itu kan?
BISA JADI...
Kamu tahu ternyata responnya bukan buat kamu, gimana? Kamu mau ngapain coba? Masih merasa jadi yang pertama? Masih merasa bisa jadi yang terakhir, atau udah nggak tau mesti ngrasain yang mana.
Tapi kenyataan pun akan makin rumit, kalau setelah kamu tahu yang tertera diatas, ternyata dia juga ada perasaan sama kamu, dia beda buat kamu, tapi dia juga ngrespon antara kamu dan orang yang lagi ada feel juga sama dia..
Kamu akan merasakan 2 hal dalam satu waktu, BAHAGIA DAN SEDIH.
lalu kamu mencari mana yang benar? lalu kamu mulai menghibur diri, tak sesuai dengan kenyataan? lalu kamu akan beralasan apapun untuk dirimu?
Kamu itu menyayangi seseorang yang tak jelas.
Kamu mencintai orang yang bisa jadi cinta bisa jadi nggak cinta sama kamu.
Well, kamu sebenernya bisa kan lihat dengan mata batin dan mata perasaanmu, bagaimana dia yang sebenarnya..
Apa mesti kamu memaksakan semua yang ada padanya akan kamu miliki?
Lalu dimana bagaimana dan dengan siapa dia akan bahagia kalau begini?
Cukup puas kamu kalau penantian lamamu singkat direbut orang yang baru dikenalnya singkat?
Harus ada kejelasan bagaimana kamu menghadapinya, kalau kamu percaya dia sendiri selama ini untuk kamu, percaya saja..
Jika adapun sedikit gangguan atau sedikit guncangan perasaan, pikir kalau ini yang namanya hidup "Hidup selalu ada cobaan, nggak akan mulus. 
Ngaku aja sejujur-jujurnya masalah perasaan, dan doa serta kepercayaan adalah modal satu-satunya kamu bisa dapatkan apa yang kamu impikan..
Amin Allahuma Amin :)

Tuesday, October 01, 2013

baru saja kali ini

              Tuesday night, October 1 2013........

                           Baru kali ini curhat terang-terangan di blog. (loh emang biasanya gelap2an apa?) ya nggak gelap juga sih biasanya. Cuma biasanya lebih terselubung aja, hari ini terang-terangan. Soalnya susah mau jadi sok puitis malem ini. Sebenernya tadinya sebelumnya dan nya nya nya yang lain aku mau nulis lyric. Tepatnya nggak nulis sih, orang tinggal copas alias copy paste aja. Kalo aku nulis lyric, harusnya udah banyak tercantum namaku di album-album yang beredar di pasaran musik. Iya kan?. Hmm cukup cerewetnya. Eh aku terusin dulu sih, terus nggak jadi nulis lyric, entah mengapa mood ku gampang berubah. Padahal juga udah nggak labil, udah 17yo, mau 18yo. Ngaku aja mau 18yo, ngapain pada nutup2in umur, lamalama juga ketauan. Lagian dewasa nggak nya orang nggak terpengaruh sama umur. Kan secara tidak langsung umur hanya perantara atau istilahnya hanya tolak ukur kepribadian seseorang. "cocok nggak ya aku kayak gini liat umurku udah ....yo?". Cuma gitu, nah ntar kalo udah mikir gitu kita bisa sesuaiin umur sama cara dan pola berpikir serta bertingkah laku kita. Nah baru kalo udah bisa menyesuaikan pada tempat waktu keadaan yang tepat, cocok deh sama umur. Alias kalo udah 17yo harusnya yaaa punya sih sifat kedewasaan :).
                             Oh iya lanjutt, malem ini nggak mood nulis lyric soalnya yaa nggak tau kenapa, kok ngerasa males aja. Padahal biasanya semangat. Kalo pada kepo aku mau nulis lyric apa sebenernya aku mau nulis lagunya Blue yang One Love. Kalo gak kepo ya gapapa deeh, minim kalian udah bisa tau apa mauku sebenarnya :D. Bukan karna lagi single terus nulis lagu dengan judul kayak gitu ya fams -_- tapi jujur semua lyric yang pernah aku pasang di blog ini itu semua lyric yang emang kupingku suka. Terus akhirnya mengalir ke pikiran. Nah, terus aku tau maknanya. Ya, sebenernya kurang lebih cuma gitu aja sih. Bukan perkara lagi galau, bingung, resah, gundah, gulana, gulai ayam, gula tebu. Duuh jadi randoming kaaan. Habis nyikapin realita sekarang identik remaja gampang banget pasang status yang berhubungan sama kegalauan. Nggak munafik kadang aku juga sih. Tapi kalo dipikir-pikir yaa buat apa sih. Cuma buat sensasi aja. Tapi jujur emang enak kok kalo kita udah buat sensasi di khalayak ramai contohnya di sosmed alias sosial media. But, you must know when the time is right and where the place is conditional....Kalau nggak kamu bakal di CAP alay. Ya itu remaja sekarang. Maaf ya buat para remaja-remaja. Tapi masalah kayak gitu ya aku juga pernah, soalnya kita kan lagi emang masa-masa peralihan kecil ke remaja, remaja ke dewasa. Nah banyak cara kan yang kita biasa lakuin, lha cara2 itu beda, mungkin ada yang alay, pemalu, pendiam, penyendiri atau apalaah dan apapuun itu. Tujuannya ya satu buat cari jati diri, mengenal kelemahan kelebihan diri dan nantinya juga buat kebaikan kita sendiri pastinya.
                               Dari tadi kayaknya ceramah aja ya, belom curhat. Emang tadi bilang mau curhat ya?. Gaktau deh penting curhat aja, sama blog punya pribadi aja loh. hehehe. Tepatnya tadi siang mulai deh emosiku gampang berubah-ubah. Gak marah sih, cuma kayak labil aja. Tiba-tiba ngelamun nggak jelas. Aku yang melamun bingung juga sebenernya nglamunin apa sih gue? -_-. Tapi emang ada yang aku lamunin. Lho kan gak jelas. Ini semua ada hubungannya sama lokasi sekolah juga sih. Bahagia sama nggaknya mulai tadi siang itu 50 50.(baca : fifty fifty). Padahal abis solat dhuhur loh tadi siang itu. Lha ya makadari itu sih garagara awal mulanya. Masa iya, cuma liat orang yaa sebenernya dia temenku sih. Nggak salah kan kalo aku nyebutnya orang. Ya gini ini golongan AB. Absurd, Awkward, dan A A A B B B yang laiin -_-. Cuma liat dari belakang aja deg deg an. Loh bodoh juga kan, eh nggak ding. Nggak bodoh tapi konyol.(lebih bagusan dikit kan konyol ketimbang bodoh). Masa iya gue parah sampek kayak gitu. Padahal ya udah dekeet banget sama orangnya. Padahal loh ya aku itu sahabatnya orang itu. Terus kenapa mesti deg deg an. Sampek keliatan banget kali kalo mukaku diliat sama orang yang pinter baca mimik muka orang. Setelah itu.....di pelajaran Biologi, antara masuk dan nggak pelajarannya. Tapi untungnya masih ada yang masuk. Alhamdulillah ;). Terus yang bikin absurd lagi, aku jadi memikirkan hal-hal yang belum kejadian. Antara aku sama orang itu lebih tepatnya. Maaf ya kalo kamu tak sebut orang, lha daripada aku nyebut nama, malah repot dan panjang urusannya. Yang ada aku ntar mbok introgasi babibubebo masalah ini. Keliatan banget gue nutup2 in. Ya maaf deh.Cuma satu kata aja kayaknya aku emang lagi antusias akhir2 ini sama orang itu. Sampek kayak gini. Padahal dulu waktu masih satu sekolah nggak gini-gini amat. Terus kalo ketemu ya nggak gini-gini juga. Hemm biarin lah anjing menggonggong khafilah berlalu. Maksudnya juga gue nggak tau. udah malem. Night there and sleep tight everyone. :). Oh iya maaf buat para pembaca kalau blog saya malam ini nggak jelas sama sekali. Sekali lagi "Namanya juga masih Remaja" :).